Klasifikasi dan karakteristik karet khusus

Klasifikasi dan karakteristik karet khusus1

Karet sintetis adalah salah satu dari tiga material sintetis utama dan banyak digunakan dalam berbagai aspek industri, pertahanan nasional, transportasi, dan kehidupan sehari-hari. Karet sintetis berkinerja tinggi dan fungsional merupakan bahan dasar canggih yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan era baru, dan juga merupakan sumber daya strategis penting bagi negara.

Material karet sintetis khusus merujuk pada material karet yang berbeda dari material karet umum dan memiliki sifat khusus seperti ketahanan terhadap suhu tinggi dan rendah, ketahanan terhadap penuaan, ketahanan terhadap abrasi, dan ketahanan terhadap bahan kimia, terutama karet nitril terhidrogenasi (HNBR), vulkanisat termoplastik (TPV), karet silikon, karet fluorin, karet fluorosilikon, karet akrilat, dll. Karena sifat-sifat khususnya, material karet khusus telah menjadi material kunci yang diperlukan untuk pengembangan strategi nasional utama dan bidang-bidang baru seperti kedirgantaraan, pertahanan nasional dan industri militer, informasi elektronik, energi, lingkungan, dan kelautan.

1. Karet nitril terhidrogenasi (HNBR)

Karet nitril terhidrogenasi adalah material karet yang sangat jenuh yang diperoleh dengan menghidrogenasi secara selektif unit butadiena pada rantai karet nitril untuk tujuan meningkatkan ketahanan panas dan ketahanan penuaan karet nitril butadiena (NBR). Fitur utamanya adalah dapat digunakan dalam waktu lama pada suhu 150 ℃, dan masih dapat mempertahankan sifat fisik dan mekanik yang tinggi pada suhu tinggi, yang dapat memenuhi persyaratan khusus ketahanan suhu tinggi dan ketahanan kimia material di bidang otomotif, kedirgantaraan, ladang minyak, dan bidang lainnya. Penggunaannya semakin luas, seperti segel oli otomotif, komponen sistem bahan bakar, sabuk transmisi otomotif, kotak penahan pengeboran dan piston untuk lumpur, rol karet percetakan dan tekstil, segel kedirgantaraan, material peredam kejut, dll.

2. Vulkanisat Termoplastik (TPV)

Vulkanisat termoplastik, disingkat TPV, adalah kelas khusus elastomer termoplastik yang diproduksi melalui "vulkanisasi dinamis" dari campuran termoplastik dan elastomer yang tidak dapat bercampur, yaitu pemilihan fase elastomer selama pencampuran leleh dengan ikatan silang termoplastik. Vulkanisasi simultan fase karet dengan adanya agen pengikat silang (mungkin peroksida, diamina, akselerator sulfur, dll.) selama pencampuran leleh dengan termoplastik menghasilkan matriks termoplastik kontinu vulkanisat dinamis yang terdiri dari partikel karet terikat silang yang terdispersi dalam fase tersebut. Vulkanisasi dinamis menyebabkan peningkatan viskositas karet, yang mendorong inversi fase dan memberikan morfologi multifase pada TPV. TPV memiliki kinerja yang mirip dengan karet termoset dan kecepatan pemrosesan termoplastik, yang terutama ditunjukkan oleh rasio kinerja/harga yang tinggi, desain yang fleksibel, bobot ringan, rentang suhu operasi yang luas, pemrosesan yang mudah, kualitas produk dan stabilitas dimensi, serta dapat didaur ulang. TPV banyak digunakan dalam komponen otomotif, konstruksi pembangkit listrik, segel, dan bidang lainnya.

3. Karet silikon

Karet silikon adalah jenis karet sintetis khusus yang terbuat dari polisiloksan linier yang dicampur dengan pengisi penguat, pengisi fungsional, dan aditif, dan menjadi elastomer seperti jaringan setelah vulkanisasi di bawah kondisi pemanasan dan tekanan. Karet ini memiliki ketahanan suhu tinggi dan rendah yang sangat baik, ketahanan terhadap cuaca, ketahanan terhadap ozon, ketahanan terhadap busur listrik, isolasi listrik, ketahanan terhadap kelembaban, permeabilitas udara yang tinggi, dan inersia fisiologis. Karet silikon memiliki berbagai aplikasi di industri modern, elektronik dan listrik, otomotif, konstruksi, medis, perawatan pribadi, dan bidang lainnya, serta telah menjadi material berkinerja tinggi yang sangat diperlukan di bidang kedirgantaraan, pertahanan dan militer, manufaktur cerdas, dan bidang lainnya.

4. Karet fluorin

Karet fluorin mengacu pada material karet yang mengandung fluorin, yaitu atom fluorin yang terdapat pada atom karbon rantai utama atau rantai samping. Sifat-sifat khususnya ditentukan oleh karakteristik struktural atom fluorin. Karet fluorin dapat digunakan pada suhu 250°C dalam waktu lama, dan suhu layanan maksimumnya dapat mencapai 300°C, sedangkan suhu layanan batas karet EPDM dan butil tradisional hanya 150°C. Selain tahan suhu tinggi, karet fluorin memiliki ketahanan minyak, ketahanan kimia, ketahanan asam dan basa yang sangat baik, dan kinerja komprehensifnya adalah yang terbaik di antara semua material elastomer karet. Karet ini terutama digunakan untuk ketahanan minyak pada roket, rudal, pesawat terbang, kapal, mobil, dan kendaraan lainnya. Bidang-bidang khusus seperti penyegelan dan pipa tahan minyak merupakan material kunci yang sangat diperlukan untuk perekonomian nasional dan industri pertahanan dan militer nasional.

5. Karet akrilat (ACM)

Karet akrilat (ACM) adalah elastomer yang diperoleh melalui kopolimerisasi akrilat sebagai monomer utama. Rantai utamanya adalah rantai karbon jenuh, dan gugus sampingnya adalah gugus ester polar. Karena strukturnya yang khusus, ia memiliki banyak karakteristik unggul, seperti ketahanan panas, ketahanan penuaan, ketahanan minyak, ketahanan ozon, ketahanan UV, dll. Sifat mekanik dan sifat pemrosesannya lebih baik daripada karet fluor dan karet silikon, dan ketahanan panas, ketahanan penuaan, dan ketahanan minyaknya sangat baik dibandingkan karet nitril. ACM banyak digunakan di berbagai lingkungan bersuhu tinggi dan tahan minyak, dan telah menjadi bahan penyegel yang dikembangkan dan dipromosikan oleh industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir.


Waktu posting: 27 September 2022